Trigonal Translator ~ Penerjemah Inggris-Indonesia Profesional

04 Desember 2010

Filled Under:

Kikir

Kikir atau bakhil adalah seseorang yang dikaruniai hidayah atau petunjuk dan seseorang yang mengerti kebenaran, tetapi ia tidak bersedia menerangkan kebenaran itu kepada orang lain bahkan sengaja menggelapkannya, padahal masyarakat sangat menghajatkannya (keterangan dan penerangan.
1.      Bahaya Sifat Kikir
Tiga perkara yang dapat menimbulkan bencana yaitu kikir yang dituruti, keinginan yang diikuti dan merasa kagum terhadap tiap apa  yang dihasilkan oleh pemikiran semata. Oleh sebab itu, sifat kikir tidak bisa dibiarkan berlarut-larut sebab dengan perlahan tapi pasti, akan mengundang dampak yang merugikan.

Artinya: Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Ali-Imran: 180)


Lebih tegas lagi Allah swt mengulangi kembali bahaya kikir ini seperti dalam firman-Nya

Artinya: (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang Telah diberikan-Nya kepada mereka. dan kami Telah menyediakan untuk orang-orang kafir[296] siksa yang menghinakan. (QS. An-Nissa: 37)


Yang dimaksud kata kafir dalam ayat tersebut adalah kufur nikmat.
Kerugian yang diakibatkan kikir bukan saja akan menimpa pelakunya, tapi juga bagi yang lainnya. “…. Memandang perilaku orang kikir itu menyebabkan kerasnya hati (tidak menaruh belas kasihan sama sekali kepada orang lain) dan bertemu dengan orang kikir itu merupakan kedukaan hati kaum mukminin
2.      Sebab Kekikiran
Al-Ghazai berpendapat, katanya, “Ingatlah baik-baik bahwa kikir itu ditimbulkan oleh kecintaan kepada harta”. Selanjutnya kata beliau: “Mencintai harta itu sendiri ada dua macam sebabnya. Pertama, Adanya kecintaan kepada kesyahwatan-kesyawahtan yang guna mencapai ini mesti menggunakan harta yang disertai dengan panjangnya angan-angan untuk terus mendapatkan kesyahwatan-kesyahwatan itu. Kedua, adanya kecintaan kepada harta bendanya itu sendiri dan merasa lezat jikalau benda-benda itu menetap disampingnya, sekalipun ia sendiri menginsafi bahwa harta yang ditumpukkannya itu sebenarnya sudah melebihi sukup dan keperluannya.
3.      Menghadapi Kekikiran
Lebih lanjut Imam Ghazali memberikan resep bagi mereka yang mengidap penyakit kikir, katanya: “…bahwa mengobati sesuatu penyakit haruslah mendatangkan lawannya. Jadi kecintaan kepada kesyahwatan-kesyahwatan dapatlah disembuhkan dengan sifat qana’ah.
Panjangnya angan-angan dapatlah dilenyapkan dengan banyak mengingat mati serta melihat bagaimana halnya kawan yang lebih dulu mati daripadanya.
Penyakit kikir dapat pula diobati dengan banyaknya membaca, memahami dan memikirkan Al-Qur’an dan Hadits. Memperdalam renungan mengenai adanya harta, mengapa harta itu diadakan, untuk apa ia harus dikejar dan dicari dan setelah diperoleh dimana diletakkan sepatutnya.

0 comments:

Posting Komentar

Please don't spam here. Happy comments :D

Copyright @ 2013 Islam at Trigonal.