26 Desember 2010

Filled Under:

Puasa: Pengaruh ibadah puasa bagi kesehatan

Berpuasa sangat dianjurkan baik untuk menjaga kesehatan dan bahkan untuk penyembuhan. Puasa tidak hanya dikenal didalam islam namun juga telah diakui dan diaplikasikan oleh orang selain islam. Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengobatan yang terbaik seperti kata Plato “bahwa puasa adalah untuk mengobati sakit fisik dan mental”. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa “fasting is the greatest remedy the physician within!”.

Puasa juga sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam menanggulangi penyakit. Bahkan di Amerika ada pusat puasa yang diberi nama “Fasting International, Inc”, yang berdiri sejak 35 tahun yang lalu, dengan pasien dari 220 negara.

Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani, di antaranya yaitu:

1.      Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan. Pada hari-hari, ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan didalam tubuh bekerja keras. Oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.

2.      Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Saat berpuasa, tubuh didetoks (membersihkan tubuh dari racun dan kotoran). Saat puasa seluruh cadangan makanan yang ada di tubuh dibakar. Detoksifikasi terjadi ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh dan tubuh mengubah simpanan lemak jadi energi. Proses ini melepaskan zat kimia dari asam lemak ke dalam sistem kemudian dikeluarkan lewat organ pembuangan. Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karnosinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

3.      Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

4.      Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.

5.      Memperbaiki fungsi hormon.

6.      Meremajakan sel-sel tubuh.

Hati, lambung dan organ vital istirahat pada saat berpuasa sehingga terjadi regenerasi dari organ dalam dan sel-sel memiliki kesempatan memperbaiki diri (peremajaan sel).

7.      Meningkatkan fungsi organ tubuh.

8.      Menyeimbangkan saraf simpatis dan parasimpatis. Saraf simpatis membuat stress plus jantung berdebar. Di sisi lain, hormon parasimpatis memperlambat denyut jantung lebih tenang dan dapat mengontrol emosi. Saraf parasimpatis juga mempengaruhi pengeluaran asam lambung. Niat dalam berpuasa menjadi penting, karena dengan niat di hati akan disampaikan ke otak untuk menekan asam lambung sehingga asam lambung tidak berlebihan  dan tidak menyebabkan sakit lambung. Tetapi stress asam lambung akan meningkat dan menyebabkan sakit maag.

9.      Mengurangi resiko stroke

Puasa dapat memperbaiki kolesterol darah yang dapat menyumbat darah dalam bentuk a tekosklorosis (pengapuran dan pengerasan pembuluh darah).

0 comments:

Poskan Komentar

Please don't spam here. Happy comments :D

Copyright @ 2013 Islam at Trigonal.